Gemar Corat-coret, Nakal atau Cerdas?

Gemar Corat-coret, Nakal atau Cerdas?

Aksi corat-coret seringkali dilakukan oleh si Kecil. Sebagian dari Ibu mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa anakku gemar sekali corat-coret? Wajarkah itu? Apa yang harus dilakukan? Tenang Bu, apabila si Kecil mulai menunjukkan ketertarikan untuk menggambar dan memulainya dengan corat-coret, ini merupakan salah satu tanda awal kejutan cerdas si Kecil. Artinya Ibu telah sukses menstimulasi perkembangan otaknya. Gemar mencoret-coret menandakan aspek motor halus si Kecil sedang berkembang. Jadi, sebaiknya aktivitas ini tidak dilarang. Sebaliknya, yang perlu Ibu lakukan adalah mengarahkannya. Karena apabila dilarang, sama saja kita mematikan potensi kreativitasnya.  Pernah seorang Ibu datang kepada saya dan bertanya, “Dok, anak saya baru 15 bulan, tapi sudah senang corat-coret tembok, normalkah ini? Apa si anak termasuk nakal, atau justru cerdas?”.  Tahukah Ibu, aspek perkembangan motor si Kecil terbagi menjadi dua, yaitu aspek motor kasar dan aspek motor halus. Mencorat-coret adalah bagian dari aspek motor halus. Umumnya, si Kecil akan mulai tertarik mencorat-coret pada usia di atas 12-15 bulan. Dalam tahap ini, biasanya si Kecil mulai belajar memegang pensil, crayon, atau alat tulis lainnya, lalu mulai mencoret dengan tidak beraturan atau hanya satu atau dua garis.  Pertanyaan Ibu ini menarik, sekaligus menandakan kepedulian yang sangat positif terhadap buah hatinya. Saya pun menjawab, “Jangan heran Bu, justru Ibu perlu bangga kepadanya karena ia sudah mulai bisa berekspresi melalui coretan. Hanya agar tidak merusak atau mengotori, sebaiknya memang diarahkan”.  Nah, semakin jelas kan sekarang, meskipun terlihat sepele, kegiatan mencorat-coret sebenarnya merupakan salah satu cara untuk melatih perkembangan motor halusnya. Perkembangan ini nantinya akan membantu anak untuk bisa menulis dan menggambar dengan lebih baik. Selain itu, kegiatan corat-coret juga bisa menjadi media bagi si Kecil untuk...