Masa Kecil Dalam Tulisan Tangan (part 1)

Setiap orang memiliki sejarahnya sendiri. Setuju? Setiap kehidupan itu unik. Apa yang seseorang hasilkan hari ini adalah hasil dari apa yang dia usahakan kemarin. Lebih menariknya lagi, masa lalu dapat mempengaruhi lebih dalam keputusan seseorang besok. Grafologi tidak hanya dapat mengungkapkan perjalanan yang dihadapi seseorang, tapi dapat juga menjadi saksi akan apa yang dipilih seseorang. Ini dapat terlihat dari kemiringan tulisan. Kemiringan tulisan dapat menceritakan masa lalu seseorang.   Kemiringan tulisan (slant) menggambarkan responsifitas emosi seseorang. Analisa kemiringan merupakan salah satu perhitungan yang cukup kompleks dimana kita mesti mempertimbangkan pula pada area mana kemiringan tersebut terjadi, apakah di area middle zone (contoh huruf: a,e,c,o,) ; upper zone (contoh huruf : t,l,b,k, dsj) atau lower zone (contoh huruf : y,g,j, dsj). Juga apakah slant tersebut merupakan upslant (tarikan ke atas) atau downslant) tarikan kebawah), masing-masing memiliki makna tersendiri. Mandel, seorang psikolog yang juga ahli grafologi mengatakan bahwa tulisan dengan kemiringan ke kiri (cukup ekstrim ke kiri) umumnya disebabkan karena adanya ketidak-seimbangan pola asuh orang tua. Salah satu orang tua mengambil posisi yang sangat dominan atas yang lain. Dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan, beliau menyimpulkan bahwa umumnya tulisan miring ke kiri dari tulisan seorang gadis menunjukkan oposisi terhadap aturan pria dan kecenderungan maskulinitas. Sebaliknya, tulisan miring ke kiri pada seorang anak laki-laki menunjukkan kecenderungan ke arah feminimitas. Dalam setiap kasus tersebut, di dapatkan perasaan isolasi dan frustasi dalam diri penulisnya. Selain itu, Mendel pun menemukan dalam kasus-kasus tersebut, penulis memiliki perasaan sayang yang cukup tinggi terhadap ibu (atau figur ibu). (sumber: Mandel, Personality in Handwriting. New York: Daye Publisher, 1975, p.81 — di kutip dari Dr. Erika M. Karohs, Slant...