Apa perbedaan Grafolog (Graphologist) dengan Ahli Dokumen Forensik (Document Examiner)?

Tahukah Anda dimana letak perbedaan antara Grafolog atau ahli grafologi atau ahli analisa tulisan tangan, dengan Ahli dokumen forensik atau Document Examiner? Mari kita bahas secara umum. Sekilas memang tampak sama, tetapi jika kita telaah lebih dalam, ternyata sangat berbeda. Secara umum perbedaannya terletak dalam landasan ilmu yang digunakan. Ilmu dasar Grafologi adalah Psikologi, yaitu ilmu yang lebih berkaitan dengan perilaku manusia dan ada apa di balik perilaku tersebut. Sedangkan, Ahli Dokumen Forensi, berlandaskan pada ilmu Forensik yang berinduk pada Ilmu Hukum. Selanjutnya, Grafologi adalah menganalisa tulisan tangan seseorang untuk melihat bagaimana kepribadian orang tersebut, relasinya dengan orang lain, dan sebagainya. Seseorang yang sudah bersertifikasi melakukan analisa tulisan tangan disebut Grafolog. Sedangkan, ahli dokumen forensik adalah sebutan bagi seseorang yang sudah bersertifikat pula, namun dalam menganalisa dokumen. Seperti, menganalisa keaslian dokumen, mencaritahu tahun berapa dokumen tersebut dibuat -berdasarkan bahan kertas, tinta, dsb-, atau diminta untuk menguraikan dokumen yang terbakar atau terkena air, dan sebagainya. Di Indonesia, ahli yang melakukan tugas-tugas tersebut adalah Ahli Forensik atau Ahli Dokumen Forensik. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat membacanya di link berikut: http://www.afde.org/graphology.html http://www.afde.org/faqs.html   Semoga bermanfaat. Salam, Grafologi Indonesia  ...

Rekruitmen dan Seleksi Di Perancis

Tau gak sih, Grafologi dapat dimanfaatkan dalam rekruitmen dan proses seleksi di perusahaan? Seperti workshop yang cukup sering kami selenggarakan, yaitu Graphology for Recruitment And Selection, yang hingga kini sudah kesembilan kalinya kami adakan. Kabar punya kabar, ternyata di negara yang dikenal dengan negara yang paling romantis, Perancis, sudah sekitar 50%-75%  perusahaannya mengikutsertakan tes analisa tulisan tangan dalam rekruitmen dan proses seleksi karyawannya. Berikut ulasan lengkapnya   The French continue to use handwriting analysis to assess prospective employees, bucking a worldwide trend. Why? What would you do if you went for a job, and the HR person said one of the criteria for selection was a favourable analysis of your handwriting? In most of the world, the use of graphology in recruitment is marginal. But in France – despite an appreciable decline of writing in recent years thanks to computers – the technique is proving remarkably resilient. Reliable figures are hard to come by. Graphologists themselves say that between 50% and 75% of companies make some use of hand-writing analysis, even if it is only occasional. But then they would say that, wouldn’t they? On the other hand, many French companies that do use graphology are reluctant to speak about it openly because the practice is not seen as sufficiently “modern” or “global”. The last independent study was in 1991, and it found that a massive 91% of public and private organisations in France were then making use of handwriting analysis. If that was the case, then 50% today does not seem so far-fetched. So what does a company get if it submits candidates’ handwriting samples to a graphologist? According to...