Ketika membuat suatu keputusan penting mengenai karir anda, sangat penting untuk mengetahui terlebih dahulu karakter diri kita sendiri, sehingga kita bisa membuat keputusan yang tepat untuk diri kita sendiri. Dengan mengetahui hal tersebut akan sangat membantu kita dalam mengetahui “kita tertarik dalam hal apa?”, kekuatan, kelemahan, dan tipe orang seperti apakah kita. Memiliki Self-Awareness yang tinggi akan hal itu (hal yang membuat kita tertarik, kekuatan diri, kelemahan diri,da tipe kepribadian) akan membantu kita untuk memilih pekerjaan apa yang tepat untuk kita disertai rasa kepuasan dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Diluar sana, banyak sekali yang menjual alat tes asessment. salah satu yang menjadi populer adalah alat tes untuk mengetahui kepribadian. Tes kepribadian adalah tes yang sangat efektif yang akan diberikan kepada karyawan untuk mencari kandidat yang karateristiknya tidak diinginkan seperti karyawan dengan perangai yang buruk ataupun karyawan yang tidak bekerja sampai tuntas dalam menyelesaikan pekerjaannya. tes kepribadian menjadi tes yang sangat berharga juga para pencari kerja, bahkan untuk seseorang yang mengubah karirnya secara langsung dan yang berencana untuk mengembangkan diri.

Sifat kepribadian tidak bisa akurat apabila tidak ditelusuri juga dengan wawancara dan tes kemampuan kognitif. mereka perlu dikaji dengan instrument yang dirancang untuk mengukur perbedaan aspek dari kepribadian. 2 hal yang sangat membantu dan terdokumentasi dengan baik untuk mengklasifikasi sistem tersebut adalah “Big Five” dan Dr. John Holland “Career Personality Theory”. di “Big FIve” kepribadian dibagi menjadi 5 macam, yaitu: Openness (O;), Agreeableness(A;), Conscientiousness (C;), Extraversion (E;), Neuroticism(N;), yang mana hal tersebut Match dengan Job Performance.

Seperti big five, tetapi Career Personality Theory dari holland jauh lebih baik dalam mengelompokkan. karena di dalam teori langsung diteliti antara kepribadian dan lingkungan. Dengan melihat keselarasan antara individu dengan llingkungannya berdasarkan pemahaman kita mengenai tipe kepribadian dan model lingkungan, kita dapat memprediksi dan memahami pilihan kerja atau yang berkaitan dengan profesi, stabilitas, dan hasil kerja, pilihan bidang pendidikan, prestasi dalam bidang pendidikan, kompetensi seseorang, perilaku sosial dan kerentanan umtuk mudah terpengaruh.

Di dalam Career Personality Theory dari Holland terdapat beberapa kategori:

1. Realistic;

Tipe kepribadian ini lebih suka bekerja keras dengan menggunakan alat-alat dalam melaksanakan tugas. Model tipe ini cenderung bersifat jantan, kuat, berani, tidak sosial, agresif, memiliki kecakapan dan koordinasi, motorik yang baik, tetapi kurang memiliki kecakapan verbal dan hubungan antara pribadi.Individu yang memiliki tipe ini lebih senang menangani masalah-masalah yang kongkrit daripada yang abstrak. Dalam proses konseling, tipe ini lebih menyukai saran dan sugesti yang spesifik untuk menangani masalah karir dan solusi masalah praktek.

http://www.satellitedishcanada.com/win/can_musicframe.html

2. Investigative;

Tipe kepribadian Investigatif ini ditandai dengan adanya suatu tugas-tugas yang memerlukan kemampuan bersifat abstrak dan kreatif, didalam lingkungan ini individu lebih menyukai metode yang menggunakan berfikir secara logis untuk menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Individu yang memiliki tipe kepribadian ini akan lebih tertarik pada permasalahan yang belum bisa terselesaikan dan akan mencari solusinya secara rasional.

3. Artistic;

Didalam lingkungan tipe ini, memunyai tipe yang bebas dan terbuka untuk melakukan sebuah kreativitas dan ekspresi pribadi. Orang dengan tipe ini lebih suka untuk mengekspresikan dirinya dalam kebebasan yang tidak sistematis. Tipe ini memerlukan bentuk-bentuk ekspresi yang bersifat individualistik seperti lebih bersifat kewanitaan, sering menghadapi hambatan emosional dan lebih menyukai menghadapi permasalahan yang terjadi di dalam lingkungannya melalui mengekspresikan di dalam media masa. Dalam proses konseling, biasanya tingkah konseli tipe ini lebih menyukai pendekatan konseling yang non struktural, salah satunya dengan menggunakan lembar kerja dan mereka menggunakan cara lain untuk menunjukkan bahwa mereka itu berbeda dengan lainnya.

4. Social;

Lingkungan sosial adalah tempat dimana seseorang berhubungan dengan orang lain, dimana hal itu diperlukan kemampuan untuk menginterpretasikan dan mengubah perilaku untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dan dalam hal tersebut tetap berpegang dalam nilai-nilai kemanusiaan. Orang dengan tipe ini adalah orang yang suka atau tertarik pada kegiatan kemanusiaan, menolong sesama dan memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi. Di  dalam proses konseling, orang tipe ini mengekspresikan dirinya dengan menolong sesama atau kegiatan sosial yang lain.

5. Enterprising;

Lingkungan Enterprising ini selalu ditandai oleh tugas yang kemampuan verbal yang diperlukan diutamakan untuk mengarahkan ataupun mempengaruhi orang lain. Tipe ini mempunyai model kecakapan barbahasa, mendominasi dan memimpin  karena menanggap dirinya jantan, kuat, berbahasa baik, intelektual baik dan mudah menyesuaikan diri.

6. Conventional;

Diantara lingkungan konvesial adalah lingkungan kantor dimana dalam sebuah kantor diperlukan data-data untuk mengcopy bahan-bahan dan mengorganisasikan laporan. Hal yang diperlukan untuk bekerja dengan baik pada lingkungan konvesional yaitu kemampuan administrasi, kemampuan berorganisasi, kepercayaan, dan kemampuan untuk disiplin. Tipe kepribadian konvesional yaitu individu-individu konvesional cenderung seseorang yang menghargai uang, dapat di andalkan,dan memiliki kemampuan menjalankan aturan dan perintah.

Dengan grafologi sangat membantu untuk menentukan termasuk tipe manakah kita di dalam 6 jenis tersebut. Dengan mengetahui hal tersebut semakin memudahkan kita dalam mengambil keputusan untuk karir kita.

Jadi, sebelum melangkah ada baiknya kita memfokuskan ketertarikan kita terhadap suatu pekerjaan lalu mencari kelebihan dan kelemahan kita. dengan begitu karir kita akan tepat sesuai tujuan.