Pernahkah kamu menemukan buku catatan, struk bekas belanja, atau bahkan dinding rumah yang dipenuhi oleh gambar dan coretan abstrak si kecil?
Kamu sebagai orang tua hanya bisa menghela napas atas tingkah laku menggemaskan dari si kecil, lalu membuang kertas-kertas yang penuh coretan itu.
Namun tunggu! Jangan membuang kertas yang berisi ‘benang kusut’ itu dulu.
Karena sebenarnya coretan tersebut menyimpan pesan bahkan rahasia besar dari si kecil.
Apa Sebenarnya Coretan Itu?

Bagi anak—terutama bagi yang belum lancar menulis atau membuat kalimat utuh—coretan acak dan gambar merupakan cara mereka untuk berkomunikasi secara visual.
Dalam kacamata grafologi, coretan ini adalah bentuk dari brain writing. Karena otak anak masih berkembang, saraf motorik merekalah yang mengambil alih fungsi area bahasa dalam mengekspresikan pikiran mereka.
Setiap tarikan, bentuk yang dominan, pilihan warna, hingga seberapa kuat mereka menekan alat tulis merupakan instruksi langsung dari alam bawah sadar mereka
Mengapa Memahami Coretan Ini Penting?

Memahami pola coretan anak dapat memberikan keuntungan luar biasa bagi bentuk parenting. Berikut ini beberapa alasan mengapa kamu perlu mulai memperhatikannya:
- Sebagai jembatan komunikasi: Anak sering kali tidak tahu bagaimana cara mengatakan ia sedang cemas, atau merasa diabaikan. Mempelajari coretan anak dapat membantu kamu untuk melihat kondisi si kecil yang sebenarnya.
- Sistem deteksi dini emosi: Tekanan pada coretan gambar dapat menjadi indikator emosi anak. Kamu bisa melihat apakah tekanan pada coretan gambar anak itu tipis atau kuat
- Membaca karakter dasar & potensi: Bentuk dominan yang muncul pada coretan gambar anak bisa memiliki arti spesifik, Perhatikan gambar yang dibuat anakmu dan temukan bentuk yang paling dominan.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Orang Tua?

Berhenti membuang karya mereka. Sediakan satu map untuk menyimpan beberapa coretan mereka untuk bisa dianalisis. Lalu, jangan lupa untuk diberi tanggal agar dapat progress perkembangan karakter mereka.
Ketika melihat coretan yang terlihat agresif, jangan langsung memarahi atau berasumsi buruk kepada mereka. Jadikan tanda tersebut menjadi kesempatan untuk memahami perasaan yang sedang dirasakan si kecil.
Tanyakan dengan lembut, mengapa mereka menggambar itu dan tanyakan emosi yang sedang ia rasakan.
Menebak-nebak arti coretan tanpa dasar bisa berujung pada kesimpulan yang salah. Sebagai orang tua, sudah semestinya untuk mendukung perkembangan mental anak secara maksimal.
Memiliki kemampuan dasar analisis coretan dan gambar anak merupakan sebuah investasi jangka panjang.
Siap mendukung tumbuh kembang, potensi, dan bakat terpendam anakmu?
Jangan biarkan kesempatan untuk memahami anak lewat begitu saja! Bantu si kecil tumbuh dengan potensi terbesarnya!
Daftar eCourse Analisa Gambar (Doodle Test) di eCourse Analisa Gambar (Doodle Test)








